Tumblelog by Soup.io
Newer posts are loading.
You are at the newest post.
Click here to check if anything new just came in.
tokotas23353
numpang share dikit ya sis,
norma yang berlaku di masyarakat adalah:
kimpoi, hamil, punya anak, terus kalau langgeng ya sampai akhir hayat, atau kalau gak, cerai terus ngulang lagi skema yang sama tadi.

Sama halnya seperti seorang perempuan, umur 20-an akan ditanya, "Kapan kimpoi?", sudah kimpoi, akan ditanya , "Kapan punya anak?", nah nanti selanjutnya kalau ada masalah rumah tangga akan ditanya lagi, "Kapan cerai?"

Kalau perempuan kelihatan hamil dan tidak ada suaminya, akan dibilang "Wanita nakal",

Janda akan dibilang, "Perempuan gak bener, kalo bener, masa sih lakinya kabur?"

Gua sih sudah bosan banget dengan celotehan macam gitu dalam hidup gua.

Toh semua yang menjalani adalah kita sendiri. Sis gak mau punya anak? Itu adalah hak diri sendiri buat memutuskan. Anak bukan pewaris, anak bukan untuk iseng-iseng. Anak bukan pula sesuatu yang bisa dijadikan 'pengikat dalam rumah tangga', emang anak lahir cuma buat dijadiin lem ?

Justru banyak wanita2 di negara maju yang ogah punya anak, karena mereka yakin mereka gak akan bisa jadi ibu yang baek buat anak mereka. Ini buat gua sih satu hal yang perlu diacungin jempol, karena banyak ibu2 di negara dunia ketiga, yang justru memperbanyak anak di tengah kesusaha Beli Tas Di Pasar Baru n mereka.

Don't be the product, buy the product!

Schweinderl